Showing posts with label Allergies/Sinus. Show all posts
Showing posts with label Allergies/Sinus. Show all posts
Sunday, February 6, 2011

0
Tanda-tanda Alergi, Kenalilah!

Para pembaca setia Medicalera.com, beberapa dari Anda pasti pernah bertanya seputar alergi, atau sekedar menanyakan beberapa gejala yang mengarah ke alergi di forum. Kali ini penulis memberikan sedikit informasi tentang tanda-tanda yang mengarah ke alergi. Bila Anda curiga memiliki alergi, sebaiknya Anda mengikuti artikel ini sampai tuntas.
Anak yang alergi terhadap serbuk sari bunga
Kata atopi seringkali digunakan dalam kedokteran, hal ini untuk menunjukkan sekumpulan orang yang memiliki bakat alergi. Bahkan kata atopi juga digunakan pada beberapa nama penyakit yang menunjukkan alergi sebagai manifestasinya sebagai contoh adalah dermatitis atopi yang menunjukkan gejala peradangan pada kulit yang disebabkan oleh alergi.
Adapun tanda-tanda yang dapat ditemui pada penderita Alergi adalah sebagai berikut:
1. Bersin yang sering
Bersin pada orang yang mengalami alergi tersering sebagai akibat manifestasi dari Rhinitis Allergy yaitu radang pada hidung yang disebabkan oleh alergi yang berasal dari udara maupun makanan. Bersin pada orang alergi beda dengan orang yang mengalami flu, dimana frekuensi bersin tinggi dan tidak dipengaruhi oleh keadaan fisik misalnya sakit dan terjadi hampir setiap harinya.
2. Hidung gatal dan berair
Pada penderita yang mengalami Rhinitis allergy selain bermanifes sebagai bersin-bersin yang frekuen seringkali disertai rasa gatal pada bagian dalam selaput lendir sehingga tidak sering penderitanya mengusap hidungnya dengan tangan, selain itu juga ditandai dengan lendir yang jernih dan encer. Selai rasa gatal pada bagian dalam hidung, penderita juga biasanya sering merasakan gatal pada langit-langit rongga mulut, dan tidak sering penderita sering mendorong langit-langit rongga mulutnya dengan lidah untuk mengurangi rasa gatal.
3. Hidung tersumbat
Pada orang alergi terdapat peradangan pada hidung yang disebabkan oleh alergi yang juga bermanifestasi sebagai pembengkakan dari selaput lendir hidung sehingga bagi penderitanya sering terasa tersumbat dan mengeluarkan banyak lendir yang encer dan jernih. Juga, pada pemeriksaan dari struktur selaput lendir hidung biasanya ditemukan selaput lendir yang membengkak dan berwarna pucat.
4. Telinga berdenging
Sebagian dari penderita alergi mengeluhkan adanya telinga yang berdenging, hal ini disebabkan karena selaput lendir di tenggorok yang membengkak sebagai akibat reaki alergi sehingga menghalangi lubang yang menghubungkan antara tenggorok dan rongga telinga tengah.
5. Mata rakun
Hal ini terjadi sebagai akibat terlalu sering menggosok mata sebagai akibat reaksi alergi yang menimbulkan rasa gatal di mata. Selain tanda kehitaman yang melingkari mata, juga dapat ditemui mata yang selalu berair dan kemerahan bila reaksi alergi sedang terjadi.
6. Kulit kering dan gatal
Kulit pada penderita alergi kebanyakan adalah bersifat sangat kering dan mudah sekali terjadi reaksi peradangan bila digigit oleh serangga.
7. Insomnia
Gangguan tidur dapat sering terjadi bila reaksi alergi sedang berlangsung menyebabkan rasa hidung tersumbat yang mengganggu.
8. Mudah lelah
Selain gangguan tidur yang menyebabkan kurangnya kualitas tidur, orang yang memiliki alergi memiliki serangkaian reaksi ketahanan tubuh yang turut mengintervensi rasa lelah, selain itu pada penderita yang menjalankan pengobatan dengan antihistamin yang membuat mengantuk seringkali merasakan ngantuk yang berkepanjangan.
9. Depresi
Bagi yang menderita atas reaksi alergi yang hebat, dapat membuat stres penderitanya, untuk itu beberapa ahli berpendapat reaksi histamin yang dihasilkan oleh penderita alergi dapat mempengaruhi mood seseorang sehingga dapat menimbulkan depresi.
Ditulis oleh:
Mohammad Caesario
Sumber:
1.  Ruby Pawankar; Stephen T. Holgate; Lanny J. Rosenwasser (7 April 2009). Allergy Frontiers: Classification and Pathomechanisms. Springer. pp. 33–. ISBN 9784431883142.
2.  Küster, W.; W. Küster , M. Petersen, E. Christophers, M. Goos and W. Sterry (December 12, 2004). "A family study of atopic dermatitis". Archives of Dermatological Research (Springer Berlin / Heidelberg) 282 (2 / January, 1990): 98–102
3. Flöistrup, H., Swartz, J., Bergström, A., Alm, J. S., Scheynius, A., et al. (2006). Allergic disease and sensitization in Steiner school children. The Journal of Allergy and Clinical Immunology, 117(1), 59-66
4. O'Regan, GM, A Sandilands, WH McLean, AD Irvine (2008) Filaggrin in Atopic Dermatitis. J Allergy Clin Immunol, 122, 689-93
5. http://web.archive.org/web/20050904174102/http://www.dermis.net/cgi-bin/atopiefrage/erster-e.asp

0
Alergi MSG

Dalam industri makanan, ada berbagai jenis makanan lezat yang bisa dinikmati. Makanan ini sangat menggoda dan masing-masing memiliki rasa yang luar biasa. Ini adalah salah satu alasan mengapa tiap orang memiliki makanan kesukaan masing-masing. Saat ini, terdapat berbagai bahan yang dapat dibeli untuk membuat makanan favorit mereka. Padahal, ada bahan yang sangat banyak digunakan para koki untuk meningkatkan rasa. Biasanya, Monosodium glutamate atau MSG digunakan di berbagai jenis makanan di seluruh dunia.

Monosodium Glutamate merupakan bahan yang dapat meningkatkan rasa. Ini adalah bahan yang sangat umum yang terdapat dalam berbagai hidangan dan tambahan dalam makanan seperti berbentuk potongan balok, saus, saus barbeque, salad dressing, makanan kaleng, junk food, dendeng, steak, kentang goreng, dan campuran bumbu. Berbagai percobaan klinis menekankan efek merusak dari bahan tersebut untuk tubuh kita. Ini menunjukkan bahwa konsumsi rutin penambah rasa segera dapat mengembangkan toleransi terhadap rasa nya. Bila toleransi terjadi, seseorang akan memiliki kecenderungan menginginkan tambahan MSG untuk mendapatkan kepuasan makanan. Sayangnya, banyak dari mereka tidak menyadari bahwa ini dapat mengakibatkan keracunan MSG yang selanjutnya dapat mengakibatkan komplikasi yang tidak diinginkan.

Di sisi lain, MSG juga bisa menjadi penyebab reaksi alergi. Jika seorang individu yang alergi terhadap MSG mengkonsumsi makanan dengan MSG, biasanya akan mengalami reaksi hipersensitivitas yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh. Setelah konsumsi, sistem kekebalan tubuh akan mengenali bahan tersebut sebagai penyusup asing dan memulai mekanisme inflamasi. Gejala umum reaksi alergi yang paling sering dijumpai adalah mual, muntah, sakit kepala, pusing, sakit perut, diare, dan ruam kulit. Pada kasus yang parah dapat menyebabkan peradangan dan gangguan pernapasan.

Beberapa percobaan klinis berbeda telah dilakukan terkait dengan alergi MSG. Percobaan juga mengungkapkan bahwa MSG dapat menyebabkan neuron dalam tubuh terpico dan memulai reaksi hipersensitivitas. Selain itu, MSG juga meningkatkan tingkat histamin, yang merupakan jenis mediator kimia inflamasi, sekitar 150%.

Banyak orang bijak menyatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk menerapkan kalimat itu, orang yang mengalami alergi terhadap MSG harus menjauhkan diri dari makanan yang mengandung bahan tersebut. Orang itu harus sangat teliti pada asupan makanan nya.  Jika Anda memiliki alergi terhadap MSG, yang terbaik adalah untuk menghubungi dokter untuk mengetahui mengenai perawatan dan manajemen guna mengelola alergi ini.

0
10 Penyebab Tersering Alergi, Kenalilah! Bagian II

Setelah mengetahui 5 penyebab utama dalam 10 hal penyebab tersering alergi, sekarang hari ini saya akan kembali membahas 5 penyebab selanjutnya. Anda masih penasaran? Simak terus artikel ini sampai selesai.

6. Spora Jamur atau Lumut

Lumut atau jamur membutuhkan suatu kelembapan yang optimal agar tumbuh di dalam ruangan dan dapat berkembangbiak. Jamur atau lumut yang tumbuh di dalam ruangan ini berkembang biak secara aseksual dengan menyebarkan spora ke udara, dimana pada individu yang sangat sensitif bila spora masuk ke dalam saluran pernapasan, maka akan menyebabkan suatu kelainan berupa reaksi alergi.

Jagalah ruangan tidur dan rumah Anda dari kelembapan, perhatikan tembok dan lantai di sudut-sudut ruangan Anda apakah sudah ditumbuhi oleh lumut atau belum, karena hal tersebut dapat menyebabkan alergi pada penderitanya.

7. Serbuk Sari

Di beberapa negara tertentu yang mempunyai iklim subtropis biasanya mengalami 4 musim. Dimana pada musim semi biasanya adalah musim saatnya tumbuhan berkembang biak. Salah satu metode perkembangbiakan dari tanaman adalah dengan menyebarkan serbuk sari menggunakan media angin.

Penyebaran dari serbuk sari ini dapat terhirup oleh manusia dan pada penderita yang sensitif dapat menyebabkan gangguan napas berupa bersin-bersin. Biasanya di negara barat alergi yang disebabkan oleh penyebaran serbuk sari pada musim tertentu disebut juga sebagai Hay Fever.

8. Karet

Walaupun jarang, namun penderita yang alergi terhadap karet lumayan banyak. Hal ini biasa ditemukan secara tidak sengaja pada pekerja yang menggunakan sarung tangan karet untuk pekerjaannya misalnya paramedis dan medis. Selain itu juga pada sarung tangan yang digunakan untuk bekerja di bidang kesehatan biasanya digunakan semacam bubuk seperti bedak untuk steril dari sarung tangan karet tersebut, bubuk ini juga ada beberapa orang yang alergi terhadapnya.

9. Obat-obatan

Tidak disangkal lagi, bahwa jumlah alergi yang ditimbulkan oleh obat-obatan cukup banyak. Untuk itu bila Anda merasakan adanya gatal-gatal dan bengkak yang dapat disertai dengan kesulitan bernapas setelah mengkonsumsi obat-obatan yang diminum, sebaiknya hal ini Anda laporkan kepada dokter ketika Anda berobat, hal ini amat sangat membantu dalam menjaga diri Anda dari resiko reaksi alergi yang ditimbulkan oleh obat tersebut.

Selain itu obat yang paling banyak menimbulkan alergi adalah dari golongan antibiotik. Catat dan ingatlah dengan baik alergi terhadap antibiotik jenis apa ketika Anda berobat, sehingga dokter dapat memberikan obat jenis yang lain sebagai penggantinya.

10. Pengharum

Beberapa pengharum dapat menyebabkan reaksi alergi berupa bersin-bersin ketika terhirup oleh hidung Anda. Beberapa aromaterapi dari hasil pembakaran lilin juga didapatkan pada beberapa orang selain pengharum berupa ruangan dan parfum.

Lengkap sudah artikel ini, dengan mengetahui 10 penyebab tersering alergi, Anda dapat menghindarinya, atau Anda belum tahu penyebab alergi Anda, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kesayangan Anda untuk meminta pemeriksaan alergi berupa skin prick test.

Ditulis oleh:

Mohammad Caesario

0
10 Penyebab Tersering Alergi, Kenalilah! Bagian I

Mendengar kata A-L-E-R-G-I mungkin yang akan keluar di benak Anda adalah rasa gatal-gatal yang bisa terjadi di seluruh tubuh Anda, bahkan beberapa akan berpikir untuk bersin-bersin sepanjang hari. Tapi apakah Anda tahu penyebab alergi Anda? Dalam artikel ini akan dibahas beberapa penyebab tersering alergi. Mau tahu? Ikuti terus!

1. Tungau

Tungau adalah sejenis serangga yang berukuran sangat kecil. Serangga ini biasanya menyenangi tempat-tempat yang berserabut misalnya karpet, tempat tidur, dan kain yang dibiarkan berdebu. Hewan ini dapat diterbangkan oleh angin bersama-sama dengan debu, dan bila terhirup oleh orang yang mempunyai bakat alergi terhadap tungau, sering bermanifestasi sebagai radang hidung yaitu rhinitis alergi dimana orang ini biasanya akan bersin-bersin yang berkali-kali, ingus yang encer, rasa tersumbat, serta mata berair dan merah.

Penanganan yang terbaik pada beberapa orang yang mempunyai bakat alergi terhadap tungau sebaiknya dirumah tidak menggunakan karpet yang terbuat dari bahan wol, dan sebaiknya selalu ganti sprei kasur Anda, dan perlu sekali-sekali Anda menjemur kasur Anda.

2. Hewan Piaraan Berbulu

Binatang peliharaan yang berbulu seperti anjing atau kucing bisa menjadi sahabat setia Anda, namun di balik kelucuan mereka bisa membawa sesuatu yang membuat hidup Anda sedikit terganggu.

Pada hewan ini memproduksi suatu senyawa protein yang dihasilkan oleh kelenjar minyak di tubuh mereka, sehingga bila terkena protein ini maka akan timbul reaksi alergi bagi yang mempunyai bakat alergi terhadap kucing dan anjing. Selain itu juga hewan peliharaan yang berbulu juga dapat membawa kutu atau tungau di bulunya

Bagi Anda yang mempunyai reaksi alergi yang berat sebaiknya Anda tidak memelihara kucing atau anjing dirumah, atau bagi Anda yang mempunyai reaksi alergi yang ringan ada beberapa tips untuk tetap Anda bisa memelihara kucing ataupun anjing:
  • Buatlah kamar tidur Anda bebas dari hewan piaraan Anda.
  • Rutinlah memandikan hewan piaraan Anda.
  • Bersihkan alas tidur hewan piaraan atau karpet di rumah Anda.
3. Makanan

Beberapa jenis makanan dapat menimbulkan alergi bagi penderitanya diantaranya adalah: jenis seafood terutama udang dan kepiting, telur ayam, kacang-kacangan dan masih banyak lagi. Bagi Anda yang menderita Alergi terhadap makanan biasanya manifestasi alergi yang dapat ditimbulkan berupa urtikaria yaitu gatal-gatal diseluruh tubuh yang dapat disertai pembengkakan, selain itu juga pada beberapa orang yang mempunyai bakat alergi dapat muncul berupa bersin-bersin yang serial.

4. Kecoak

Hewan yang akrab tinggal bersama manusia di rumah ini ternyata selain membuat takut beberapa wanita yang melihatnya, ternyata serangga ini juga membuat repot bagi beberapa orang yang alergi. Hewan ini memproduksi kotoran yang dapat terbang bersama debu dan membuat alergi bagi penderitanya.

5. Sengatan Lebah

Lebah biasanya tidak akan menyerang dengan menyengat bila tidak merasa diganggu oleh manusia atau hewan lain. Sengatan pada lebah ternyata mengandung protein yang dapat menyebabkan alergi bahkan ke tingkat alergi yang sangat hebat yaitu, anafilaktik syok. Juga biasanya serangga ini menempal pada bunga-bunga dan membawa serbuk sari yang dapat menimbulkan alergi.

Anda berminat untuk membaca lanjutannya? Ikuti terus di bagian Ke II, Terima Kasih
 
Endotel Healthy | © 2010 by DheTemplate.com | Supported by Promotions And Coupons Shopping & WordPress Theme 2 Blog